Listrik telah jadi kebutuhan mendasar manusia. Betapa tidak, sekarang apapun peralatan sehari-hari manusia memelukan energi listrik, dari mulai mesin cuci hingga pendingin ruangan, dari mesin potong rumput sampai alat pijat...semuanya menggunakan energi listrik. Sekarang bagaimana kalau kebutuhan dasar tersebut hilang? wow...sulit untuk membayangkannya sodara!

Nah, Al Zaytun sebagai institusi pendidikan, juga sangat bergantung pada listrik. Bagaimana tidak? semua kegiatan, dari mulai kegiatan manajerial, aktivitas bisnis dan ekonomi hingga kegiatan pendidikan sebagian besar sangat tergantung pada listrik.
Lalu, bagaimana bila ternyata institusi ini mati lampu?? sangat menarik, sodara! Al Zaytun sangat jarang sekali mati lampu selama lebih dari 1 menit! karena adanya generator berbahan bakar bensin (atau diesel?) yang siap mem-backup listrik hingga beberapa saat.Namun tetap saja selama menunggu 'sang Genset' menyala, Jalanan gelap gulita, semua kegiatan manajemen terhenti (syukur kalau ada UPS, kalau tidak?), entri BIT mogok, jaringan komputer terputus....
Pernah sekali saya mengalami mati lampu terpanjang dalam sejarah 11 tahun hidup saya di Al Zaytun; mati lampu selama 3o menit,sodara! akibatnya? UPS komputer tidak sanggup menahan beban listrik yang ditanggungnya, akhirnya komputer dan jaringannya terputus...Hal ini membuat saya berfikir bahwa kebutuhan energi listrik telah betul-betul mendasar. Dan alangkah baiknya bila ada energi alternatif yang hemat biaya dan ramah lingkungan, yang dapat mengurangi ketergantungan akan listrik . Bila ketergantungan manusia akan listrik semakin besar tanpa adanya pencarian terhadap sumber energi baru maka cadangan energi di bumi akan semakin menipis. Bila hal itu terjadi, maka tak lama lagi bumi kita tercinta akan berubah memusuhi kita....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar